Sabtu, 07 Januari 2012

Unit SAR Unpad Bantu Korban Banjir Bandang Cianjur Selatan

Tim SAR Unpad saat memberikan bantuan kepada korban bencana banjir bandang di Cianjur Selatan *


[Unpad.ac.id, 22/11/2011] Dalam rangka mengurangi  penderitaan korban bencana banjir bandang di daerah Cianjur Selatan, Unit Search and Rescue (SAR) Unpad langsung mengirimkan bantuan ke lokasi bencana.  Tim yang terbentuk, telah berangkat menuju Kecamatan Sindangbarang, Cianjur Selatan pada Rabu (16/11) lalu dengan membawa beberapa bantuan dana, makanan dan pakaian.

Dalam rilisnya disampaikan bahwa bantuan tersebut berasal dari beberapa organisasi seperti FKDF, TKPB, Fakultas Farmasi, Himasta Statistik, Kwaci, Fakultas Peternakan, Fakultas Teknik Geologi, PAAP FEB, Fakultas Keperawatan, HUMAN dan beberapa dermawan yang lain. Tim yang berangkat disana telah berkoordinasi dengan pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cianjur untuk mempermudah pergerakan dalam mengirimkan bantuan.

Seperti yang dilansir di media massa, usai diterjang banjir bandang Sabtu malam (12/11) lalu, warga di Desa Girimukti Kecamatan Sindangbarang Kabupaten Cianjur membutuhkan bantuan pasokan makanan, pakaian, termasuk air bersih. Sedikitnya 120 rumah di empat kampung di Desa Girimukti Kecamatan Sindangbarang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Sabtu (12/11) malam hingga Minggu (13/11) dinihari, terendam  banjir bandang hingga mencapai ketinggian 2 meter akibat meluapnya Sungai Cikadu dan Cisadea. Sebagian warga bahkan sempat menyelamatkan diri dengan mengungsi ke daerah perbukitan, dan sebagian lagi terpaksa berdiam diri di atap-atap rumah dalam keadaan gelap gulita.
Untuk mengirimkan bantuan tersebut, Unit SAR Unpad mengirimkan tiga orang timnya ke Kecamatan Sindangbarang. Mereka adalah Gian Ertiana Tsani, Irman Ginanjar dan Vania Setiarini. Unit SAR Unpad mengumpulkan berbagai sumbangan tersebut selama tiga hari dari berbagai fakultas dan organisasi di lingkungan Unpad. Sumbangan yang terkumpul tersebut dikirimkan ke lokasi bencana dengan menggunakan angkot Unpad.

Dari pengamatan di lokasi bencana, tampak keadaan disana cukup parah. Disana banyak rumah dan warung yang rusak. Selain itu semua sawah rusak sehingga para warga tidak dapat meneruskan bertani. Sementara itu para korban banjir banyak yang membutuhkan sembako dan peralatan tidur seperti tikar dan selimut. Diharapkan dari bantuan tersebut dapat mengurangi penderitaan korban banjir.

0 komentar:

Poskan Komentar